Manusia menjalani kehidupannya cenderung tidak lagi mendasarkan pada norma-norma kebenaran etis dan moral. Nilai-nilai kebenaran telah direduksi. Dampak reduksi ini membuat orang merasa prihatin karena telah mempengaruhi sendi kehidupan pada diri manusia itu sendiri.
Manusia terdirdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Jiwa adalah bagian yang lebih mulia dalam diri manusia, sesuatu yang kekal karena esensinya adalah ciptaan ALLAH. Bodohlah orang yang berfikir bahwa ia menjadi tidak ada lagi setelah kematian. Hati dan akal budi manusia yang mengetahui antara baik dan jahat harus disadari bahwa ia harus menghadapi penghakiman ALLAH, bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan hidupnya dihadapan ALLAH sesuai dengan apa yang diputuskan oleh hati dan akal budinya. Inilah alasan mengapa jiwa tersebut dikatakan mulia dan kekal.

Keadaan manusia sebelum jatuh dalam dosa, berada dalam kemuliaan karena kemampuannya – akal budi, pengertian, kebijaksanaan dan pertimbangan. Dari komponen ini ditambahkan lagi pilihan untuk mengarahkan nafsunya sehingga kehendak sepenuhnya menyesuaikan dengan pertimbangan rasio. Manusia juga diberikan kehendak bebas sehingga jika ia memilih ia dapat memiliki hidup kekal.Oleh karena itu, adam memiliki kebebasan untuk memilih apa yang baik dan yang buruk. Ada dua hal yang patut dipahami untuk menjalani panggilan atau (vocation) Tuhan bagi setiap orang selama didalam dunia.
1. Konteks hidup masing-masing ( For everthing there is a season) Ibarat rangkaian pertumbuhan manusia ada tugasnya masing-masing misalnya usia dini, dia mempunyai tugas untuk berjalan, usia remaja, usia pemuda, usia umur pertengahan, masing-masing ada tugas yang perlu diselesaikan.
2. Misi dan Visi kehidupan. Ini merupakan “Jiwa” perjuangan setiap manusia dibumi ini. Keduanya berpadu daladalam kehidupan manusia.
Bagi manusia yang terpenting dalam mengelola kemampuannya – akal budi, pengertian, kebijaksaaan,dan pertimbangan yang ada pada dirinya dalam menjalankannya haruslah rendah hati. Dengan demikian rencana tuhan yang khusus bagi setiap manusia disebut sebagai panggilan hidup. Ada 3 Hal mengerti Panggilan ALLAH yaitu :
1. Kebenaran sejati bersumber dari ALLAH sendiri
Manusia bukanlah sumber kebenaran karena manusia sendiri masih mencari kebenaran, dan manusia sendiri sadar bahwa tingkat pengetahuan kebenaranya tidaklah absolut .
2. Allah mewahyukan kebenaran didalam Alkitab.
ALLAH menyatakan kebenarannya kepada manusia melaui firmannya, yaitu Alkitab.
3. Alkitab merupakan satu kebenaran yang utuh dari ALLAH yang satu.
Karena ALLAH yang sama mewahyukan seluruh bagian alkitab, maka seluruh bagian alkitab tidak bertentangan satu sama lain.